AS Minta Negara Mitra Pilih Sisi dalam Persaingan AI dengan China

AS Minta Negara Mitra Pilih Sisi dalam Persaingan AI dengan China

0 0
Read Time:2 Minute, 15 Second

Persaingan AI AS China memasuki babak baru setelah Washington bersiap meminta puluhan negara menentukan pilihan. Pemerintah AS memperingatkan negara yang bergabung dengan kerangka AI China dapat kehilangan akses ke koalisi AI yang dipimpin Washington.

Amerika Serikat meluncurkan inisiatif Pax Silica untuk mengamankan rantai pasok AI, semikonduktor, dan mineral penting. Saat ini, sekitar dua lusin negara telah bergabung dalam inisiatif tersebut.

Jepang, Australia, dan Korea Selatan termasuk anggota Pax Silica. Namun, Kazakhstan menghadapi posisi yang lebih rumit karena negara tersebut juga bergabung dengan kerangka kerja AI yang dipimpin China.

Persaingan AI AS China Makin Ketat

Washington menyiapkan surat kepada 35 negara yang menandatangani AI Opportunity Statement pada Juni. Surat tersebut meminta negara-negara itu berkomitmen secara eksklusif terhadap Pax Silica.

Menurut rancangan surat tersebut, keanggotaan dalam dua kerangka kerja yang bersaing dapat mengurangi kepercayaan antara negara mitra. Karena itu, AS ingin membatasi kerja sama teknologi dengan negara yang juga mendukung program China.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa persaingan AI kini melampaui pengembangan model. Amerika Serikat juga berusaha mengendalikan akses terhadap chip, mineral penting, dan infrastruktur yang mendukung AI.

China Bangun Koalisi AI Sendiri

China juga memperkuat kerja sama internasional di bidang kecerdasan buatan. Beijing telah meluncurkan World Artificial Intelligence Cooperation Organization sebagai alternatif terhadap kerangka kerja yang dipimpin AS.

China berupaya memperluas penggunaan model AI dengan bobot terbuka. Strategi tersebut dapat membantu negara lain mengakses teknologi tanpa sepenuhnya bergantung pada perusahaan Amerika.

Sementara itu, Washington melihat perkembangan tersebut sebagai tantangan terhadap keunggulan teknologi AS. Pemerintah AS juga khawatir China dapat menggunakan akses terhadap sumber daya global untuk memperkuat kemampuan ekonomi dan militernya.

Negara Mitra Menghadapi Pilihan Sulit

Tekanan dari Washington dapat menempatkan banyak negara dalam posisi sulit. Negara-negara tersebut memiliki hubungan ekonomi dengan China, tetapi tetap membutuhkan teknologi dan investasi dari AS.

Selain itu, beberapa negara memiliki kepentingan strategis terhadap kedua kekuatan tersebut. Karena itu, mereka mungkin berusaha mempertahankan hubungan dengan Washington dan Beijing sekaligus.

Sikap tersebut dapat semakin sulit dipertahankan jika kedua pihak mulai menerapkan aturan eksklusif. Negara yang memilih satu blok berpotensi kehilangan sebagian manfaat dari blok lainnya.

Dampak bagi Industri Teknologi

Persaingan tersebut dapat memengaruhi rantai pasok teknologi global. Perusahaan mungkin harus menyesuaikan sumber chip, mineral, perangkat keras, dan teknologi AI berdasarkan hubungan politik negara asalnya.

Selain itu, persaingan AS dan China dapat mempercepat pembentukan ekosistem teknologi yang terpisah. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya dan memperumit kerja sama lintas negara.

Namun, beberapa negara masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan yang lebih fleksibel. Mereka dapat menggunakan persaingan kedua negara untuk memperoleh investasi, teknologi, dan akses pasar.

Pada akhirnya, Persaingan AI AS China tidak lagi hanya menentukan siapa yang mengembangkan teknologi paling maju. Persaingan ini juga menentukan arah rantai pasok, kerja sama internasional, dan tata kelola teknologi global.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%